• HIPERTENSI

    Hipertensi adalah kondisi dimana ada peningkatan tekanan darah non fisiologis ,dengan syarat tekanan darah systole >140 mmHg dan atau tekanan darah diastole > 90 mmHg.

  • WASPADA GIGITAN ANJING (RABIES)

    Rabies adalah penyakit yang di sebabkan oleh virus Lyssa dan menular dengan cara zoonosis (hewan ke manusia) yang hampir selalu berakibat fatal setelah timbulnya gejala klinis.

  • ANAFILAKSIS (REAKSI ALERGI)

    Anafilaksis adalah jenis reaksi alergi, di mana sistem kekebalan tubuh merespon zat-zat berbahaya lain dari lingkungan. Tidak seperti reaksi alergi lain anafilaksis dapat membahayakan nyawa dan sifatnya cepat.

Rabu, 18 Mei 2016

HIV dan AIDS

https://doktertama.blogspot.co.id/2016/05/hiv-dan-aids.html

HIV(human immunodeficiency virus)  adalah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia kususnya CD4(sel T) yang apabila di biarkan, pasien akan mudah terkena penyakit infeksi dan sulit di sembuhkan karena tidak adanya sel imun yang melawan infeksi.Sedangkan AIDS (acquired immunodeficiency syndrome) merupakan tahapan akhir dari
penyakit HIV yang biasanya disertai penyakit oppurtunistik ditandai dengan turunnya CD4 < 200  (Jumlah CD4 normal adalah antara 500 dan 1.600 sel / mm3.)  jika sudah mencapai tahapan ini diperkirakan pasien hanya dapat bertahan 3 tahun atau lebih cepat.
HIV ditemukan dalam cairan tubuh dari orang yang terinfeksi (air mani dan cairan vagina, darah dan ASI). Virus ini ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui darah-ke-darah dan kontak seksual. Selain itu, ibu hamil yang terinfeksi dapat menularkan HIV kepada bayinya selama kehamilan, melahirkan bayi saat melahirkan, dan menyusui.
TANDA DAN GEJALA  HIV / AIDS
Pada awal infeksi 1-3 bulan biasanya tidak akan muncul gejala / asimtomatik biasanya hanya nyeri kepala,nyeri otot, demam, dan lemas. Setelah melewati masa ini biasanya gejala sebelumnya akan hilang dikarenakan virus masuk ke jaringan intraseluler, apabila virus sudah menyebar ke seluruh tubuh maka akan timbul gejala yang berat seperti : penurunan berat badan, sariawan yang susah sembuh, demam, diare berulang, infeksi paru dan organ lainnya.
RESIKO PENULARAN
https://doktertama.blogspot.co.id/2016/05/hiv-dan-aids.html

-     Berhubungan sex tanpa kondom
-     Penyalahgunaan obat dengan jarum yang tidak dig anti
-     Terpapar cairan dari tubuh penderita HIV (darah,serum)
-     Kehamilan pada pasien HIV dapat menular pada janinnya
-     Pasien HIV yang sedang menyusui

HIV tidak menular dengan cara cara seperti :
https://doktertama.blogspot.co.id/2016/05/hiv-dan-aids.html

1.   Berciuman
2.   Menggunakan alat makan bersama
3.   Menggunakan toilet bersama
4.   Kontak badan atau bersentuhan
5.   Menggunakan baju yang sama

Diagnosis HIV / AIDS

Sebuah laporan 2011 yang dikeluarkan oleh CDC (Centers for Disease Control dan Pencegahan), Amerika Serikat, menemukan bahwa sekitar 1 dari setiap orang Amerika 5 HIV-positif tidak menyadari status HIV mereka , dan hanya 49% dari mereka yang sadar menerima perawatan medis yang mendapat pengobatan.
Diagnosis di tegakkan berdasarkan gejala klinis dan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan pertama pada pasien ialah antibodi HIV biasanya menggunakan rapid test untuk melakukan uji trapis. Jika hasilnya positif maka akan dilanjutkan pemeriksaan ELISA atau apabila sarana memadai akan di lakukan wastern blot / WB.

Pengobatan untuk HIV / AIDS

Pengobatan HIV sebenarnya hanya untuk meningkatkan kualitas hidup, memperpanjang harapan hidup dan mengurangi risiko penularan, sesuai dengan pedoman Organisasi Kesehatan Dunia yang diterbitkan pada Juni 2013.Ketika jumlah CD4 orang dewasa HIV-positif adalah 500 sel / mm 3 atau lebih rendah mereka harus memulai pengobatan segera.
Saat ini, tidak ada vaksin atau obat untuk HIV / AIDS. Tapi perawatan telah berevolusi yang jauh lebih berkhasiat - mereka dapat meningkatkan kesehatan umum pasien dan kualitas hidup jauh.
Jika seseorang percaya mereka telah terkena virus dalam 72 jam terakhir (tiga hari), obat anti-HIV, yang disebut PEP (post-exposure prophylaxis) dapat menghentikan infeksi. Perawatan harus diambil sesegera mungkin setelah kontak dengan virus.
PEP adalah pengobatan yang sangat menuntut berlangsung empat minggu. Hal ini juga terkait dengan efek samping yang tidak menyenangkan (diare, malaise, mual, kelemahan dan kelelahan).Setelah diagnosis HIV positif, tes darah rutin diperlukan untuk memantau perkembangan virus sebelum memulai pengobatan. Terapi ini dirancang untuk mengurangi tingkat HIV dalam darah.


Selasa, 17 Mei 2016

WASPADA GIGITAN ANJING (RABIES)

https://doktertama.blogspot.co.id/2016/05/waspada-gigitan-anjing-rabies.html

Rabies adalah penyakit yang di sebabkan oleh virus Lyssa dan menular dengan cara zoonosis (hewan ke manusia) yang hampir selalu berakibat fatal setelah timbulnya gejala klinis. Dalam hingga 99% dari kasus manusia, virus rabies ditularkan oleh anjing domestik. 
Rabies mempengaruhi hewan domestik dan liar, dan menyebar ke orang melalui gigitan atau cakaran, biasanya melalui air liur.
Rabies hadir di semua benua kecuali Antartika, tetapi lebih dari 95% kematian manusia terjadi di Asia dan Afrika. Data WHO mengatakan bahwa ada sekitar 10 juta orang tergigit/terpapar virus ini setiap tahunnya dan ada lebih dari 55 ribu jumlah kematian oleh penyakit ini, 95% terjadi di benua Afrika dan Asia.

https://doktertama.blogspot.co.id/2016/05/waspada-gigitan-anjing-rabies.html


PATOGENESIS
Setelah terpapar/tergigit hewan maka virus akan tinggal di luka tersebut selama 2 minggu dan akan masuk perlahan menuju saraf perifer . masa inkubasinya 2 minggu-2 tahun, tetapi umumnya 3-8 minggu.tergantung jarak yang di tempuh virus dari luka gigitan menuju otak.
Dalam beberapa minggu jika tidak di tangani dapat menjadi ensefalitis rabies dan malfungsi batang otak yang akan diikuti sesak nafas kemudian henti jantung, pada kondisi ini pasien butuh penanganan yang intensif dan tingkat kematiannya tinggi.

GEJALA KLINIS
https://doktertama.blogspot.co.id/2016/05/waspada-gigitan-anjing-rabies.html

Periode antara gigitan dan timbulnya gejala disebut masa inkubasi. Biasanya diperlukan waktu 4-12 minggu bagi seseorang untuk mengembangkan gejala-gejala rabies setelah mereka terinfeksi. Namun, masa inkubasi juga dapat berkisar dari beberapa hari hingga enam tahun.
Onset awal rabies dimulai dengan gejala seperti flu, termasuk:


·      demam
·      kelemahan otot
·      perasaan geli
·      insomnia
·      kegelisahan
·      kebingunga
·      agitas
·      halusinasi
·      kelebihan air liur
·      masalah menelan
·      takut air
·       
FAKTOR RESIKO
-      sering bepergian ke Negara berkembang
-      tinggal di hutan/pedesaan yang rawan gigitan hewan liar
-      usia <15 tahun (virus mudah masuk pada usia dini)
-      belum pernah vaksin sebelumnya
-      sering berinteraksi dengan hewan seperti anjing dan kelelawar
PENGOBATAN
Pasien yang telah muncul gejala biasanya akan fatal dan hanya diobati secara simptomatis saja.untuk menghindari penularan biasanya pasien akan di masukkan di ruang isolasi .Setelah terkena virus rabies, Anda dapat memiliki serangkaian suntikan untuk mencegah infeksi dari pengaturan di. Rabies immunoglobulin, yang memberi Anda dosis segera antibodi rabies untuk melawan infeksi, membantu untuk mencegah virus masuk
Mendapatkan vaksinasi rabies sesegera mungkin setelah gigitan hewan adalah cara terbaik untuk mencegah infeksi. Dokter akan memperlakukan luka Anda dengan mencuci selama setidaknya 15 menit dengan sabun dan air, deterjen, atau yodium. Kemudian, mereka akan memberikan immunoglobin rabies ,Protokol ini dikenal sebagai "profilaksis pasca paparan."

PENCEGAHAN
      Penyakit rabies sulit di tangani , jadi alangkah baiknya kita melakukan pencegahan dengan cara
1.   vaksin saat ingin bepergian jauh/ ke tampat yang memiliki resiko tinggi
2.   vaksin juga perlu untuk hewan peliharaan anda
3.   hindari hewan peliharaan anda dari interaksi dengan hewan liar di luar rumah
4.   menghindari kelelawar masuk rumah anda


Sabtu, 14 Mei 2016

LEPTOSPIROSIS

https://doktertama.blogspot.co.id/2016/05/tempat-kotor-bahaya-leptosspirosis.html
Leptospirosis adalah penyakit infeksi karena kuman golongan leptospira yang ditularkan secara zoonosis (hewan ke manusia). Penyakit ini sangat berhubungan dengan kondisi lingkungan yang buruk seperti bencana banjir, adapun rumah warga yang berdekatan dengan pembuangan sampah dan gorong gorong.
Data Amerika sebanyak 40% pasien terkena leptospirosis adalah anak anak usia <15th, hal ini di kaitkan dengan interaksi anak anak dengan hewan yang sangat tinggi.Sedangkan Indonesia sendiri angka kejadian leptospirosis masih sangat tinggi mengingat sering terjadinya bencana banjir seperti di daerah Jakarta,Surabaya, Semarang,

GEJALA KLINIS
     Tidak semua orang yang terkena Leptospirosis akan menunjukkan gejala.
Gejala baru timbul setelah lewat masa inkubasi sekitar 10 hari (2 – 30 hari) berupa :
·      Demam tinggi sampai menggigil
·      Nyeri kepala terutama di bagian frontal / depan
·      Nyeri otot khususnya di daerah betis
·      Sakit tenggorokan
·      Fotofobia ( mata silau )
·      Batuk
·      Mual – muntah
·      Diare
Jika gejala ini di biarkan tidak menutup kemungkinan terjadi komplikasi kerusakan dengan target organ hati (membesar), ginjal , dan jaringan otot lainnya

https://doktertama.blogspot.co.id/2016/05/tempat-kotor-bahaya-leptosspirosis.html

DIAGNOSIS
        Pada pasien leptospirosis menunjukkan gejala klinis yang khas seperti demam mandadak, nyeri otot betis, dan nyeri kepala depan,selain itu kita perlu melakukan pemeriksaan fisik menentukan ada tidaknya hepatomegali, splenomegali, perdarahan kulit petechiae, pada kasus berat sering di dapatkan ikterus, anemia, gangguan kesadaran, kelainan paru paru.
          Pemeriksaan laboratorium di dapatkan leukosit naik tetapi bisa turun saat awal terkena, LED meningkat, proteinuuria pada urine, SGOT meningkat 5x lipat disertai hiperbilirubinemia.
PENGOBATAN
Pemberian antibiotik sedini mungkin dapat meningkatkan angka kesembuhan dan memperbaiki prognosis kedepannya, tetapi harus sesuai saran dokter. Antibiotik biasanya di berikan 7-10 hari pilihan diantaranya penicillin G, amoxicillin, cephalosporin, eritromisin dll.
Pada pasien ini disarankan untuk istirahat total Pengobatan lainnya di sesuaikan dengan keluhan pasien atau berdasarkan tingkat keparahannya, sedangkan prognosis pasien ini cukup bagus selama tidak ada ikterus atau komplikasi organ lainnya.
PENCEGAHAN
·      Pola hidup sehat
·      Waspadai tikus sebagai sumber utama
·      Hindari kontak dengan air seni hewan peliharaan
·      Pakai sepatu kedap air bila berjalan di lumpur/genangan air
·      Pakai sarung tangan bila berkebun
·      Hindari berenang di air yang mungkin tercemar




DEMAM TIFOID

https://doktertama.blogspot.co.id/2016/05/demam-tifoid.html

Demam  tifoid merupakan  penyakit  infeksi  akut  yang  disebabkan  oleh  bakteri Salmonella  Typhi. Bakteri  Salmonella  Typhi  berbentuk  batang,  Gram  negative tumbuh  dengan  baik  pada  suhu  optimal  37 derajat C .Biasanya terdapat pada saluran pencernaan  (usus halus)  dengan gejala demam  satu minggu atau lebih  disertai gangguan pada saluran pencernaan dan dengan atau tanpa gangguan kesadaran
Demam tifoid sangat menular terutama pada masa penyembuhan. Orang yang terinfeksi bisa menularkan bakteri dari tubuh mereka misalnya melalui feses atau yang paling jarang dalam urin mereka. Jika orang lain makan makanan atau minum air yang telah terkontaminasi dengan sejumlah kecil kotoran atau urine yang terinfeksi, mereka dapat terinfeksi dengan bakteri dan berkembang menjadi demam tifoid.
GEJALA KLINIS

Gejala umum dari demam tifoid dapat mencakup:

·      suhu tinggi yang bisa mencapai 39-40 °C.  1-7 hari terutama malam hari
·      Sakit kepala
·      Nyeri otot
·      sakit perut.
·      perasaan sakit.
·      Lidah berwarna putih
·      kehilangan nafsu makan.
·      sembelit atau diare
·      ruam terdiri dari bintik-bintik merah muda kecil.
·      kelelahan.
·      kebingungan, seperti tidak tahu di mana Anda berada atau apa yang terjadi di sekitar Anda
DIAGNOSA
          Diagnosis dini demam tifoid dan pemberian terapi yang tepat bermanfaat untuk mendapatkan hasil yang optimal dan menghindari bahaya komlikasi. Gambaran klinis pasien ini sangatlah penting untuk deteksi dini ditambah lagi pemeriksaan penunjang seperti rumple leed test, hapusan darah tepi, dan kultur darah (antigen O  dan H).
PENGOBATAN
Penyebab demam tifoid adalah bakteri, obat demam tifoid ialah antibiotik. Antibiotik yang digunakan antara lain ampicilin, kloramfenikol, Ciprofloxasin, kotrimoksasol, ceftriakson, dan sebagainya  (dalam pengawasan dokter). Selain itu, penderita juga diberikan obat untuk mengurangi gejala seperti obat penurun panas, obat mual, obat batuk
Pasien tanpa komplikasi dapat diobati secara rawat jalan. Mereka harus disarankan untuk menggunakan teknik mencuci tangan yang ketat dan untuk menghindari menyiapkan makanan untuk orang lain selama sakit. Pengobatan  suportif meliputi istirahat dan diet, medikamentosa, terapi penyulit (tergantung penyulit yang terjadi). Istirahat bertujuan untuk mencegah komplikasi dan mempercepat penyembuhan. Pasien harus tirah baring absolut sampai minimal 7 hari bebas demam atau kurag lebih selama 14 hari. Mobilisasi dilakukan bertahap, sesuai dengan pulihnya kekuatan pasien.

PROGNOSIS
        Prognosis demam tifoid tergantung dari seberapa cepat penyakit ini di keahui dan pengobatan yang benar. Apabila tidak diobati demam tifoid memiliki tingkat kematian 10-20%. Pada penyakit dengan penanganan yang cepat memiliki tingkat kematian hanya 1%.
         




Jumat, 13 Mei 2016

SKLERODERMA (Kulit keras )

https://doktertama.blogspot.co.id/2016/05/skleroderma-adalah-penyakit-cukup.html

Skleroderma  adalah  penyakit  yang  cukup  langka  terjadi.  Kata  skleroderma berasal dari bahasa Yunani yaitu sclero berarti keras dan derma berarti  kulit.  Skleroderma  merupakan  penyakit  kronis  yang  menyerang jaringan  ikat,  dan  diklasifikasikan  sebagai  salah  satu  penyakit  rematik autoimun  (Mort,  2010).  Menurut  Scleroderma  Foundation,
skleroderma adalah  sekelompok  penyakit  yang menyebabkan  kulit  dan  organ  internal menjadi keras dan ketat.

Penyebab scleroderma sendiri masih belum jelas diduga ada proses autoimin terhadap sel sel masenkimal. Pada  beberapa  kasus,  skleroderma memberi  dampak hanya  pada  kulit. Akan  tetapi,  ada  juga  yang  berdampak  pada  struktur  luar kulit  seperti  pembuluh  darah,  organ  internal,  dan  saluran  pencernaan.

GEJALA KLINIS
scleroderma menunjukkan tanda dan gejala sebagai berikut:
·      Kulit menebal dan mengeras
·      Rambut rontok di daerah yang terkena
·      Perubahan warna kulit dan pembentukan bekas luka
·      Muncul benjolan di bawah kulit
·      Ulserasi, terutama pada jari kaki, ujung jari, dan sendi
·      Telangiectasia
·      Fenomena Raynaud (perubahan warna jari tangan dan jari kaki menjadi pucat, kebiruan atau kemerahan, jika terkena panas ataupun dingin)
·      GERD
·      Rambut rontok
·      Pembengkakan tangan dan kaki
·      Jari kaku dan bengkak
·      Ganguan menelan
·      Sakit pada sendi dan pergelangan tangan
·      Sesak napas dan mengi
·      Jari-jari melipat
·      Diare atau konstipasi
·      Inkontinensia tinja
https://doktertama.blogspot.co.id/2016/05/skleroderma-adalah-penyakit-cukup.html

GEJALA KLINIS
scleroderma menunjukkan tanda dan gejala sebagai berikut:
·      Kulit menebal dan mengeras
·      Rambut rontok di daerah yang terkena
·      Perubahan warna kulit dan pembentukan bekas luka
·      Muncul benjolan di bawah kulit
·      Ulserasi, terutama pada jari kaki, ujung jari, dan sendi
·      Telangiectasia
·      Fenomena Raynaud (perubahan warna jari tangan dan jari kaki menjadi pucat, kebiruan atau kemerahan, jika terkena panas ataupun dingin)
·      GERD
·      Rambut rontok
·      Pembengkakan tangan dan kaki
·      Jari kaku dan bengkak
·      Ganguan menelan
·      Sakit pada sendi dan pergelangan tangan
·      Sesak napas dan mengi
·      Jari-jari melipat
·      Diare atau konstipasi
·      Inkontinensia tinja

DIAGNOSA
Diagnosa di tegakkan berdasarkan gejala klinis yaitu Raynaud phenomenon, penebalan kulit,,dan adanya fibrosis organ. Pemeriksaan serologi juga diperlukan untuk menyingkirkan scleroderma mimicking condition. Klasifikasi ACR untuk membedakan antara scleroderma mayor ( fibrosis kulit ) dan minor (sclerodactili, digital pitting scar, hilangnya finger pad)



HEMOROID

Hemoroid adalah suatu penyakit pelebaran atau dilatasi pembuluh darah (plexus hemoroidalis) pada dubur yang mengakibatkan iritasi dan me...