• HIPERTENSI

    Hipertensi adalah kondisi dimana ada peningkatan tekanan darah non fisiologis ,dengan syarat tekanan darah systole >140 mmHg dan atau tekanan darah diastole > 90 mmHg.

  • WASPADA GIGITAN ANJING (RABIES)

    Rabies adalah penyakit yang di sebabkan oleh virus Lyssa dan menular dengan cara zoonosis (hewan ke manusia) yang hampir selalu berakibat fatal setelah timbulnya gejala klinis.

  • ANAFILAKSIS (REAKSI ALERGI)

    Anafilaksis adalah jenis reaksi alergi, di mana sistem kekebalan tubuh merespon zat-zat berbahaya lain dari lingkungan. Tidak seperti reaksi alergi lain anafilaksis dapat membahayakan nyawa dan sifatnya cepat.

Tampilkan postingan dengan label Ilmu Penyakit Mata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Penyakit Mata. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Juni 2016

KALAZION


https://doktertama.blogspot.co.id/2016/06/kalazion.html

Kalazion adalah peradangan granulomatosa kelenjar Meibom yang tersumbat. Pada kalazion terjadi penyumbatan kelenjar dengan infeksi ringan sehingga menyebabkan peradangan sehingga menyebebabkan munculnya benjolan kecil di kelopak mata. Pada beberapa kasus kalazion akan hilang sendirinya karena di absorbsi / terserap tubuh.
https://doktertama.blogspot.co.id/2016/06/kalazion.html

GEJALA KLINIS
Kalazion akan memberikan rasa tidaknyaman pada daerah sekitar mata seperti :
·      Rasa mengganjal di kelopak mata
·      Susah membuka mata lebar
·      terlalu sering mengeluarkan air mata
·      penurunan kemampuan penglihatan atau hilangnya penglihatan
·      sensitif terhadap cahaya, merasa tidak nyaman dengan cahaya terang.
PENGOBATAN
Pengobatan kalazion adalah dengan memberi kompres air hangat,antibiotik topical maupun sistemik. Pengompresan hangat berfungsi melunakkan minyak yang mengeras dan menyumbat saluran sehingga dapat mempermudah pengaliran dan penyembuhan.
Apabila kondisinya parah perlu di lakukan ekskokleasi isi abses dari dalam / ekstirpasi kalazion tersebut. Bila terjadi kalazion yang berulang atau kambuh , perlu di lakukan pemeriksaan histopatologi untuk menyingkirkan diagnosa keganasan.

KONJUNGTIVITIS


https://doktertama.blogspot.co.id/2016/06/konjungtivitis.html

Konjungtivitis adalah peradangan selaput lendir yang menutupi belakang kelopak mata yang meliputi bagian depan mata atau konjungtiva dan menyebabkan mata berwarna kemerahan. Konjungtivitis awalnya hanya menjangkiti satu mata, namun biasanya setelah beberapa jam akan menjangkiti kedua mata baik, baik dalam bentuk akut maupun kronis.
https://doktertama.blogspot.co.id/2016/06/konjungtivitis.html

Meskipun sakit mata sangat tidak nyaman dan tidak enak dilihat, kondisi ini jarang memengaruhi penglihatan Anda. Konjungtivitis ini adalah infeksi, sehingga Anda harus diisolasi dan dirawat sedini mungkin untuk menghindari penularan ke orang lain. Konjungtivitis merupakan penyakit ringan yang bisa sembuh tanpa pengobatan. Setiap orang segala usia bisa terkena. Biasanya sakit mata menular ini terjadi di musim gugur atau hujan.
PENYEBAB KONJUNGTIVITIS
Ada 3 jenis Konjungtivitis:
  • Konjungtivitis infektif: Disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, dapat menulari orang lain bila ada seseorang yang menyentuh mata penderita.
Contoh K. virus     : harpes zoster, varicela zoster, adenoviris
      Contoh K. bakteri  :  N. gonore dan clamidia
https://doktertama.blogspot.co.id/2016/06/konjungtivitis.html

  • Konjungtivitis alergi: Disebabkan oleh alergi serbuk bunga, tungau, maupun obat .
Contoh K. alergi obat : steven Johnson sindrom
  • Konjungtivitis iritasi: Disebabkan oleh bahan penyebab iritasi misalnya shampoo, air berklorin atau bulu mata.
GEJALA KLINIS
Pada konjungtivitis murni (tanpa disertai penyakit lain) umumnya akan timbul gejala seperti :
1.   Mata merah
2.   Mengeluarkan air mata terus menerus
3.   Keluar kotoran/ belekan berlebih terutama di pagi hari
4.   Kelopak mata bengkak
5.   Sulit membuka mata
6.   Rasa perih di mata
7.   Sensitiv terhadap cahaya
8.   Gatal dan sensasi terbakar pada mata
9.   Seperti ada pasir di mata
FAKTOR RESIKO
Seseorang akan beresiko tertular konjungtivitis jika :
·      Kontak langsung dengan air mata , jari, atau sapu tangan orang yang sakit konjungtivitis
·      Terpapar allergen-à debu, asap, polusi, obat obatan
·      Sering memakai lensa kontak “murah”, terutama pemakaian selama seminggu (biasanya tipe yang bisa digunakan terus selama 7 hari dan tidak perlu dilepas sebelum tidur)
PENGOBATAN KONJUNGTIVITIS
Non medikamentosa
Beberapa hal yang bisa Anda lakukan sendiri untuk mengatasi konjungtivitis alergi:
·      Kompres mata dengan kain yang dibasahi air dingin.
·      Hindari terpapar alergen.
·      Jangan memakai lensa kontak hingga gejala konjungtivitis hilang.
·      Agar gejala tidak memburuk, jangan menggosok mata walau terasa gatal.
Jika telah melakukan hal-hal seperti yang disebutkan di atas namun gejala tidak kunjung mereda, dokter mungkin akan meresepkan beberapa obat seperti berikut ini.
Medikamentosa
Pada konjungtivitis alergi biasanya akan di berikan antihistamin tetes maupun obat minum, apabila pada kasus berat biasanya ditambahkan kortikosteroid.
PENGGUNAAN KORTIKOSTEROID HARUS PENGAWASAN DOKTER !!!!!!!
PENCEGAHAN
·      Hindari kontak langsung dengan siapapun jika Anda menderita mata merah
·      Sering cuci tangan
·      Jangan gunakan handuk, lap, dan bantal bersamaan.
·      Buang kosmetik mata yang sudah lama dan jangan berbagi kosmetik mata dengan orang lain
·      Hindari penyebab alergi, jika bisa
·      Gunakan pengobatan sesuai yang diinstruksikan
·      Jangan sentuh area yang terinfeksi atau mengucek mata Anda
·      Jangan gunakan lensa kontak sampai pengobatan selesai. Anda mungkin juga harus mengganti lensa kontak Anda atau kotak penyimpanannya





Rabu, 01 Juni 2016

GLAUKOMA


https://doktertama.blogspot.co.id/2016/06/glaukoma.html

Glaukoma adalah penyakit pada saraf mata yang dapat menurunkan pengelihatan secara perlahan lahan kemudian akan buta total jika tidak di tangani dengan segera. Hal ini terjadi akibat meningkatnya TIO (tekanan intra okuler) pada mata sehingga  merusak serat lembut saraf optik yang membawa sinyal penglihatan dari mata ke otak.
Sebagian besar glaukoma terjadi tanpa gejala atau tanpa disadari oleh penderita . Sebagian besar dari jenis glaukoma dapat mengakibatkan kerusakan penglihatan  yang  semakin progresif hingga menyebabkan kebutaan . Apabila hilangnya lapang pandang sudah terjadi  maka tidak mungkin dapat diperbaiki lagi . Oleh sebab itu glaukoma dimasukan kedalam kelompok penyakit   “silent  blinding  desease” atau sering disebut sebagai ‘si pencuri penglihatan’ .

https://doktertama.blogspot.co.id/2016/06/glaukoma.html



GEJALA KLINIS
Pasien dengan penyakit glaucoma pada awalnya sulit disadari oleh penderita, oleh karenanya kita harus menyadari tanda tanda awal penyakit ini
1.   Bertambahnya produksi cairan di dalam bola mata, sehingga mata terasa keras
2.   Rasa nyeri pada mata bagian dalam
3.   Terjadi penurunan pengelihatan yang progresif
4.   Melihat warna pelangi di sekitar sumber cahaya (lampu,matahari)
5.   Mual dan muntah
Pasien glaukoma kronis merasa normal , tidak ada nyeri dan penglihatan dirasakan normal Padahal sudah mulai terjadi kerusakan penglihatan. Terkadang hanya mengeluh penglihatan satu mata agak menurun dibandingkan mata sebelahnya atau pasien merasa kaca matanya sudah tidak cocok lagi .
KLASIFIKASI GLAUKOMA
Menurut Vaughen glaucoma di klasifikasikan menjadi beberapa jenis diantaranya :
1.   Glaukoma primer à G. sudut terbuka ( paling banyak di temui !!!!)
è G. sudut tertutup
2.   Glaukoma kongenital
3.   Glaukoma sekunder
4.   Glaukoma absolute
https://doktertama.blogspot.co.id/2016/06/glaukoma.html


FAKTOR RESIKO
  1. Tekanan bola mata tinggi
  2. Menderita miopia (rabun jauh)
  3. Diabetes dengan gula darah yang tinggi dan lama
  4. Menderita penyakit tekanan darah tinggi
  5. Migrain atau penyempiran pembuluh darah otak (sirkulasi buruk)
  6. Kecelakaan/operasi pada mata sebelumnya
  7. Menggunakan steroid (cortisone) dalam jangka waktu lama
  8. Berusia lebih dari 45 tahun
  9. Faktor keturunan
PENGOBATAN
Glaukoma tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat dikontrol dengan sukses pada sebagian besar kasus. Pengobatan tergantung pada tipe glaukoma yang didiagnosis. Pengobatan bisa dalam bentuk obat-obatan yang bisa mengurangi tekanan bola mata, terapi laser atau operasi. Dokter anda menentukan cara pengobatan terbaik dalam kasus anda setelah berdiskusi dengan anda.

PENCEGAHAN
1.   Lakukanlah pemeriksaan tekanan mata secara teratur
  1. Lakukan pemeriksaan jika pengelihatan mulai turun
  2. Harus berhati-hati jika tekanan mata lebih dari 21 mmHg
  3. Ketika memasusi usia 40 tahun, menggunakan kacamata baca
  4. Hati-hati jika salah satu anggota keluarga anda pernah menderita glaukoma
  5. Jika anda sudah menderita glaukoma, konsumsilah obat yang khusus diformulasikan untuk mencegah kebutaan total
  6. Hindari penyakit pencetus seperti hipertensi dan diabetes



Selasa, 31 Mei 2016

KATARAK

https://doktertama.blogspot.co.id/2016/05/katarak.html

Katarak adalah kondisi dimana lensa mata menjadi keruh karena proses hidrasi (penambahan cairan) di lensa yang dapat mengganggu pengelihatan dari yang ringan sampai berat. Biasanya kekeruhan mengenai 2 mata sekaligus dan membutuhkan waktu lama untuk prosesnya.
Katarak biasanya terjadi di usia lanjut atau bahkan karena luka yang menyebabkan perubahan lapisan sel pada lensa mata. Katarak juga dapat terjadi karena faktor keturunan, diabetes, trauma mata setelah melakukan operasi, dan penggunaan obat steroid dalam jangka panjang.
Biasanya lapisan katarak terbentuk di belakang lapisan warna mata yang disebut iris. Pada penglihatan normal, lensa mata akan memfokuskan cahaya yang masuk, sehingga menghasilkan gambar yang jelas dan tajam menuju retina. Sedangkan pada penderita katarak, gambar yang dihasilkan tidak dapat fokus karena timbulnya lapisan yang menghalangi cahaya atau pembentukan gambar menuju retina.

Seiring bertambahnya usia, kelenturan lensa mata Anda semakin berkurang, tidak transparan, dan bahkan menebal. Ini terjadi karena pecahnya lapisan sel pada jaringan mata yang kemudian menggumpal dan membentuk lapisan penghalang. Lapisan tersebut semakin padat dan bertambah keruh sehingga menutupi hampir seluruh lensa mata.
GEJALA KLINIS
Tanda dan gejala katarak antara lain:
  • Merasa silau (fotofobia)
  • Pandangan mata yang kabur, suram atau seperti ada bayangan awan atau asap.
  • Sulit melihat pada malam hari
  • Gagguan membedakan warna
  • Terdapat lingkaran cahaya saat memandang sinar
  • Membutuhkan cahaya terang untuk membaca atau ketika beraktifitas
  • Sering mengganti kacamata atau lensa kontak karena ketidaknyamanan tersebut
  • Warna memudar atau cenderung menguning saat melihat
  • Pandangan ganda jika melihat dengan satu mata
  • Penglihatan menurun
KLASIFIKASI KATARAK
Berdasarkan usia katarak dibagi menjadi 3 macam diantaranya :
1.   Katarak congenital à katarak yang muncul pada usia di < 1 tahun
2.   Katarak juvenile à katarak yang terjadi sesudah usia > 1 tahun
3.   Katarak senil à katarak yang timbul pada usia tua biasanya > 50 tahun
Berdasarkan tingkat kekeruhan lensa katarak dibagi beberap stadium dari yang ringan sampai berat diantaranya :
1.   Katarak insipien à  pada stadium ini masih awal dan kekeruhan hanya terdapat di tepi korteks
2.   Katarak subskapsular posterior à pada fase ini katarak sudah mulai terlihat di anterior (depan mata)
3.   Katarak intumesan à terjadi kekeruhan lensa ringan yang disertai pembengkakan akibat gangguan penyerapan cairan
4.   Katarak immature à sebagian lensa sangat keruh tetapi belum menutupii seluruh lapisan lensa dan terjadi peningkatan tekanan osmotic
5.   Katarak matur à pada stadium ini seluruh bagian lensa sudah tertutup akibat disposisi ion Ca yang menyeluruh
6.   Katarak hipermatur à katarak yang mengalami proses degenerasi dapat menjadi sangat keras atau sebaliknya dapat mencair .
https://doktertama.blogspot.co.id/2016/05/katarak.html
https://doktertama.blogspot.co.id/2016/05/katarak.html

FAKTOR RESIKO
a.   Dibetes
b.   Radang mata
c.   Trauma mata
d.   Riwayat keluarga dengan katarak
e.   Pemakaian steroid jangka lama
f.    Merokok
g.   Pembedahan
h.   Paparan sinar matahari
i.    Usia lanjut

PENGOBATAN
Intrakapsular / ekstrakapsular
Penyakit katarak hanya bisa di sembuhkan dengan cara pembedahan (ekstraksi katarak) yang bisa di lakukan dengan 2 cara yaitu intrakapsular (mengeluarkan lensa beserta kapsulnya) atau ekstrakapsular (mengeluarkan isi lensa saja).
https://doktertama.blogspot.co.id/2016/05/katarak.html
fekomulsifikasi

Fekomulsifikasi
Metode pembedahan dengan menggunakan vibrator ultrasonic yang bekerja dengan cara menghancurkan nucleus yang kemudian di aspirasi melalui insisi 2-3 mm.
Keuntungan dengan cara pembedahan ini adalah pemuluhan penglihatan yang lebih cepat, resiko minimal karena luka operasi yang kecil, mengurangi inflamasi.
PENCEGAHAN
Berikut ini adalah beberapa cara menjaga mata agar tidak terkena katarak.
·      Konsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung vitamin dan antioksidan yang tinggi. Jenis makanan yang disarankan adalah seperti jeruk, wortel, pepaya, sayuran hijau dan kacang-kacangan.
·      Jaga pola dan gaya hidup  yang baik seperti tidak mengkonsumsi alkohol maupun rokok.
·      Memakai pelindung / kacamata saat berada di luar rumah
·      Kurangi resiko penyakit kronis seperti diabetes dan darah tinggi








Senin, 30 Mei 2016

PTERIGIUM

https://doktertama.blogspot.co.id/2016/05/pterigium.html
Pterigium adalah pertumbuhan jaringan fibrofaskular (daging) di daerah subkonjungtiva yang bersifat degeneratif dan invasif. Tumbuhnya jaringan ini berbentuk segitiga atau seperti sayap pada mata. Kondisi ini biasanya terjadi di sudut mata bagian dalam, meskipun dapat juga tampak di sudut bagian luar. Pterigium mudah meradang bila terjadi iritasi dan akan berwarna kemerahan, juga dapat terjadi di kedua mata sekaligus. 

https://doktertama.blogspot.co.id/2016/05/pterigium.html

Kondisi ini berkembang secara perlahan, sifatnya jinak, dan pada umumnya tidak berbahaya. Namun, pterigium kadang kala tumbuh melewati  kornea, dan dalam beberapa kasus langka, dapat tumbuh cukup besar sehingga menutupi kornea pusat dan mengganggu penglihatan.

PENYEBAB
Pterigium belum di ketahui pasti penyebabnya tetapi diduga paparan sinar ultraviolet (UV), terutama radiasi sinar UV-B yang bersifat merusak. Selain itu ada beberapa faktor lainnya pada orang orang pekerja lapangan yang terutama sering terpapar debu yang bersifat iritatif. Resiko meningkat terutama pada usia tua yang di akibatkan proses degeneratif.
https://doktertama.blogspot.co.id/2016/05/pterigium.htmlhttps://doktertama.blogspot.co.id/2016/05/pterigium.html
                faktor degeneratif                                  Paparan debu

GEJALA KLINIS
Gejala termasuk:
• Pertumbuhan berwarna putih dengan pembuluh darah yang terlihat/menonjol di sudut  mata bagian dalam dan/atau luar 
• Kemerahan pada daerah yang terkena
• Iritasi
• Gejala mata kering
• Kadang kala berair
• Terasa seperti ada benda asing di dalam mata
• Penglihatan buram (pada kasus parah pertumbuhan dapat menutupi kornea pusat atau menyebabkan astigmatisme karena tekanan pada  permukaan kornea)


PENGOBATAN
Pada dasarnya penyakit ini tidak membahayakan karena sifatnya jinak danJika pterygium tersebut menyebabkan banyak iritasi atau kemerahan, dokter mungkin meresepkan obat tetes mata atau salep mata yang mengandung kortikosteroid atau tetes mata dekongestan untuk mengurangi peradangan (DALAM PENGAWASAN DOKTER !!!).

Apabila pterigium tumbuh hingga menutup kornea dan mengganggu pengelihatan, dokter Anda mungkin menyarankan operasi untuk mengangkat pterygium jika tetes mata atau salep tidak memberikan bantuan. Pembedahan juga dilakukan ketika pterygium yang menyebabkan hilangnya penglihatan atau kondisi yang disebut astigmatisme, yang dapat mengakibatkan pandangan kabur. Anda juga dapat mendiskusikan prosedur bedah dengan dokter Anda jika Anda ingin pterygium dihapus karena alasan kosmetik.

Ada beberapa risiko yang terkait dengan operasi ini. Dalam beberapa kasus, pterygium dapat kembali setelah pembedahan. mata Anda mungkin juga terasa kering dan teriritasi setelah operasi. Dokter dapat memberikan resep obat untuk memberikan bantuan dan mengurangi risiko memiliki pterygium sebuah tumbuh kembali.



HEMOROID

Hemoroid adalah suatu penyakit pelebaran atau dilatasi pembuluh darah (plexus hemoroidalis) pada dubur yang mengakibatkan iritasi dan me...