• HIPERTENSI

    Hipertensi adalah kondisi dimana ada peningkatan tekanan darah non fisiologis ,dengan syarat tekanan darah systole >140 mmHg dan atau tekanan darah diastole > 90 mmHg.

  • WASPADA GIGITAN ANJING (RABIES)

    Rabies adalah penyakit yang di sebabkan oleh virus Lyssa dan menular dengan cara zoonosis (hewan ke manusia) yang hampir selalu berakibat fatal setelah timbulnya gejala klinis.

  • ANAFILAKSIS (REAKSI ALERGI)

    Anafilaksis adalah jenis reaksi alergi, di mana sistem kekebalan tubuh merespon zat-zat berbahaya lain dari lingkungan. Tidak seperti reaksi alergi lain anafilaksis dapat membahayakan nyawa dan sifatnya cepat.

Tampilkan postingan dengan label Neurologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Neurologi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Oktober 2016

BELL’S PALSY

https://doktertama.blogspot.co.id/2016/10/bells-palsy-saraf-perifer.htmlhttps://doktertama.blogspot.co.id/2016/10/bells-palsy-saraf-perifer.html

Bell’s palsy adalah suatu kelumpuhan saraf fasialis perifer  yang  bersifat  unilateral (satu sisi wajah),  penyebabnya  tidak diketahui  (idopatik),  akut  dan  tidak  disertai  oleh gangguan pendengaran, kelainan neurologi  lainnya. Sir Charles Bell (1821) adalah orang pertama meneliti beberapa penderita dengan wajah asimetrik, sejak itu semua kelumpuhan N. Fasialis perifer yang tidak di ketahui sebabnya disebut Bell’s Palsy.

https://doktertama.blogspot.co.id/2016/10/bells-palsy-saraf-perifer.html

Insiden  Bell’s  palsy  dilaporkan  sekitar  40-70% dari  semua  kelumpuhan  saraf  fasialis  perifer  akut. Prevalensi  rata-rata  berkisar  antara  10–30  pasien  per 100.000  populasi  per  tahun  dan  meningkat  sesuai pertambahan  umur.  Insiden meningkat pada penderita diabetes  dan  wanita  hamil.  Sekitar  8-10%  kasus berhubungan dengan riwayat keluarga pernah menderita penyakit ini. (fk Andalas, Munilson jacky. dkk)

GEJALA BELL’S PALSY
  Gejala Bell’s palsy dapat terjadi secara tiba tiba dan             kurangnya kesadaran masyarakat untuk mendeteksi dini       penyakit ini , salah satu gejalanya biasanya berupa :
   1. kelumpuhan otot-otot  wajah  pada  satu  sisi 
   2. secara  tiba-tiba atau akut  (maksimal 7 hari).
   3. Pasien  juga  mengeluhkan  nyeri  di  sekitar  telinga
   4. Rasa bengkak  atau  kaku  pada  wajah  walaupun  tidak      ada gangguan  sensorik. 
   5.Kadang-  kadang  diikuti  oleh hiperakusis (telinga                berdenging)
   6. berkurangnya  produksi  air  mata
   7.hipersalivasi dan berubahnya pengecapan.

Kelumpuhan saraf  fasialis (wajah)  dapat  terjadi  secara  parsial  atau  komplit. Kelumpuhan  parsial  dalam  1–7  hari  dapat  berubah menjadi kelumpuhan komplit.
Untuk membedakan kelumpuhan berasal dari saraf perifer atau sentral yang perlu kita bedakan hanya bagian wajahnya saja yaitu pada kelumpuhan perifer separuh wajah dari dahi hingga dagu akan sulit di gerakkan , tetapi pada kelainan yang berasal dari sentral bagian pipi dan dagu sulit di gerakkan sedangkan dahi masih bisa karena persarafannya berbeda .

MENILAI DERAJAT BELL’S PALSY ( House Brackmann )
-      Derajat 1 Fungsional normal, hanya disertai gejala kecil  seperti muka terasa kaku
-      Derajat 2 Angkat alis baik, menutup mata komplit, mulut  sedikit asimetris.
-      Derajat 3 Angkat alis sedikit, menutup mata komplit dengan  usaha, mulut bergerak sedikit lemah dengan usaha  maksimal.
-      Derajat 4 Tidak dapat mengangkat alis, menutup mata  inkomplit dengan usaha, mulut bergerak asimetris dengan  usaha maksimal.
-      Derajat 5 Tidak dapat mengangkat alis, menutup mata  inkomplit dengan usaha, mulut sedikit bergerak
-      Derajat 6 Tidak bergerak sama sekali

MENGOBATI BELL’S PALSY
Bell’s palsy adalah penyakit yang belum di ketahui penyebabnya tetapi ada beberapa pendapat ahli jika disebabkan oleh inflamasi atau peradangan di saraf tepi wajah diduga karena virus , sehingga antivirus dan kortikosteroid cukup efektif untuk obat untuk bell’s palsy .
Pengobatan kortikosteroid
kortikosteroid, misalnya Prednison harus diberikan dalam waktu tidak lebih dari 2 hari setelah timbulnya gejala dan dilanjutkan sampai 1-2 minggu
Pengobatan antivirus
antivirus yang biasa digunakan adalah Aciclovir 400mg diberikan 5 kali sehari selama 7 hari
Vitamin
Vitamin B1, B6 & B12. Dengan dosis tinggi, digunakan untuk pertumbuhan serabut syaraf yang rusak.

TERAPI TAMBAHAN ( fisioterapi )
Fisioterapi  Cara yang sering digunakan yaitu:
mengurut (massage) otot wajah selama 5 menit pagi – sore atau dengan faradisasi. Gerakan yang dapat dilakukan berupa tersenyum, mengatupkan bibir, mengerutkan hidung, mengerutkan dahi, gunakan ibu jari dan telunjuk untuk menarik sudut mulut secara manual, mengangkat alis secara manual dengan keempat jari menutup mata.

PENCEGAHAN BELL’S PALSY
-      Pada penderita baru di sarankan untuk istirahat cukup  untuk mengurangi gejala lebih lanjut
-      Hindari paparan angin langsung , seperti kipas angin, Ac  mobil, dan gunakan helm tertutup saat berkendara
-      Deteksi dini gejala untuk mengurangi komplikasi yang lebih  buruk
-      Pijat otot wajah setiap pagi supaya tidak terjadi kekakuan


Senin, 25 Juli 2016

EPILEPSI


https://doktertama.blogspot.co.id/2016/07/epilepsi.html
Epilepsi  merupakan  manifestasi  gangguan  fungsi  otak  dengan berbagai etiologi, dengan gejala tunggal yang khas, yaitu kejang berulang lebih dari 1 kali setahun  akibat  lepasnya  muatan  listrik  neuron  otak  secara berlebihan  dan paroksimal.
 Terdapat dua kategori dari kejang epilepsi yaitu kejang fokal (parsial) dan kejang umum. Kejang  fokal  terjadi karena adanya  lesi pada satu bagian dari cerebral cortex, di mana pada kelainan  ini dapat disertai kehilangan  kesadaran  parsial.  Sedangkan  pada  kejang  umum,  lesi mencakup  area  yang  luas  dari  cerebral  cortex  dan  biasanya  mengenai kedua  hemisfer  cerebri.  Kejang  mioklonik,  tonik,  dan  klonik  termasuk dalam epilepsi umum
https://doktertama.blogspot.co.id/2016/07/epilepsi.html


EPIDEMOLOGI
Kejang merupakan  kelainan  neurologi  yang  paling  sering  terjadi  pada anak, di mana ditemukan 4 – 10 % anak-anak mengalami setidaknya  satu  kali  kejang  pada  16  tahun  pertama  kehidupan.  Studi  yang  ada menunjukkan bahwa 150.000 anak mengalami kejang tiap tahun, di mana terdapat 30.000 anak yang berkembang menjadi penderita epilepsi.

FAKTOR RESIKO EPILEPSI


1. Infeksi SSP
2. Degenerasi sel otak (Parkinson)
    3.Tumor otak / non otak (metastasis)
    4. Trauma kepala
    5.  Gangguan metabolik
    6. Laki-laki lebih beresiko dari pada perempuan
    7. Anak anak 0 – 14th
    8. Usia tua > 65th
    9. Stroke
    10. Obat obatan

GEJALA EPILEPSI
Epilepsi di kasifikasikan menjadi 3 jenis dan masing masing memiliki gejala yang berbeda, berikut pembagiannya  :
1. Kejang umum: Semua daerah otak (korteks) ikut terlibat ketika terjadi kejang umum. Kadang-kadang kejang jenis ini disebut sebagai kejang grand mal (grand mal seizure).
Gejala à suara tangisan tidak tuntas, kaku selama beberapa detik/ menit, lengan dan kaki mengalami gerakan yang berulang ulang, mata terbuka, nafas terganggu, setelah sadar biasanya pasien bingung, tidak bisa mengontrol BAK (pipis),
2. Kejang parsial atau lokal: Hanya sebagian dari otak yang terlibat, sehingga hanya bagian tubuh tertentu yang dipengaruhi. Tergantung dari bagian otak yang memiliki aktivitas listrik abnormal, maka gejala dapat bervariasi.
Gejala à hanya sebagian tubuh saja yang mengalami kejang, melamun / bengong beberapa detik, rasa kembung, mual
3. Tidak sadar atau kejang mal petit: Kejang ini merupakan yang paling umum pada masa kanak-kanak.
Gejala à penurunan kesadaran/ koma, gerakan berkedip ang berulang dan cepat, tatapan kosong, berlangsung beberapa detik saja
DIAGNOSA EPILEPSI
Epilepsi adalah diagnosis klinis, ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan penunjang berupa EEG hanya untuk konfirmasi diagnosis, melihat sindroma epilepsi tertentu dan pencitraan kepala yaitu ( CT scan ) atau magnetic resonance imaging ( MRI ) ( Kuzniecky, 2005 ).
PENGOBATAN EPILEPSI
Obat anti epilepsi ( OAE ) merupakan salah satu aspek yang diperlukan bagi penderita epilepsi yang bertujuan untuk mengatasi serangan kejang, walaupun tidak dapat mengatasi masalah kelainan neurologinya atau masalah kognitif dan psikososialnya. Keputusan untuk memulai terapi OAE didasarkan pada pertimbangan kemungkinan terjadinya serangan epilepsi yang berulang dan risiko terjadinya efek buruk akibat terapi obat antiepilepsi. Obat anti epilepsi dikategorikan menjadi dua lini yaitu lini pertama dan lini kedua. ( Berg dkk., 2012 )
-      Obat lini I yang direkomendasikan digunakan untuk bayi dan anak-anak secara rutin yaitu fenobarbital, asam valproat, karbamazepin, dan fenitoin, OAE
-       Obat lini II topiramat, lamotrigin, levetiracetam, clobazam, clonazepam, nitrazepam, Adrenocorticotropic hormone ( ACTH ), steroid. ( Berg dkk., 2012 )
Pada sebagian kasus epilepsi yang sulit di tangani maka dipertimbangkan terapi pembedahan tetapi hal ini jarang di lakukan . cara lainnya untuk mengontrol epilepsi dengan cara diet ketogenik yaitu diet tinggi lemak , rendah protein dan karbohidrat. Diet ini diperkenalkan oleh Widler pada tahun 1920.




Senin, 18 Juli 2016

Carpal Tunnel Sindrome (CTS)

https://doktertama.blogspot.co.id/2016/07/carpal-tunnel-sindrome-cts.html

Carpal Tunnel Sindrom adalah penyakit saraf dimana nervus medianus yang melewati pergelangan tangan tertekan atau dekompresi  sehingga menimbulkan sensasi nyeri, mati rasa, hingga kesemutan pada daerah yang di persarafi oleh nervus medianus , tepatnya di daerah jempol, telunjuk dan jari tengah.
https://doktertama.blogspot.co.id/2016/07/carpal-tunnel-sindrome-cts.html

Carpal Tunnel Sindrom merupakan kasus yang paling banyak di temukan pada penyakit saraf di ekstremitas atas dan penyakit ini dapat timbul salah satunya dikarenakan trauma, terkait dengan pekerjaan seperti mencuci, mengetik , pemain tennis, dan dapat di karenakan oleh penyakit kronis misalnya diabetes mellitus , hipotiroidisme, artritis, obesitas dan autoimun.

GEJALA KLINIS CTS
Carpal tunnel syndrome dapat menimbulkan gejala yang ringan sampai yang berat seperti :
1. Menyebabkan kesemutan,
2. Mati rasa, kelemahan
3. Nyeri pada jari atau tangan. 
4. Beberapa orang mungkin memiliki rasa sakit di lengan mereka antara tangan mereka dan siku mereka.
Gejala yang paling sering terjadi pada ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, dan setengah dari jari manis. Jika Anda memiliki masalah dengan jari-jari Anda yang lain tapi jari kelingking Anda baik-baik saja, ini mungkin merupakan tanda bahwa Anda memiliki carpal tunnel syndrome. Bila gejala masih ringan biasanya akan hilang saat anda menggoyang goyangkan tangan anda.

TERAPI CTS
Pengobatan CTS harus di tangani sedini mungkin untuk menghindari prognosis yang buruk , terutama harus di ketahui penyebabnya yang mendasari terlebih dahulu misalnya diabetes ataupun arthritis yang harus di obati terlebih dahulu.
Pergelangan tangan yang sakit harus di istirahatkan terlebih dahulu minimal 2 minggu terkadang sedikit kompres dapat membantu meredakan bengkak , yang terpenting adalah menghindari faktor pemicu yang dapat memperburuk penyakit.
Obat obatan kortikosteroid (prednison) dapat mengurangi proses peradangan dan bisa di tambahkan analgesik (lidokain) injeksi langsung untuk mengurangi nyeri yang akut atau mendadak. Perlu di perhatikan pada penggunaan steroid jangka panjang dapat mengganggu kerja insulin dan tentunya berbahaya bagi penderita diabetes .Pertimbangan pembedahan juga di perlukan apabila gejala klinis semakin memberat dan mengganggu aktivitas orang tersebut

PENCEGAHAN
Seseorang dengan pekerjaan yang melibatkan pergelangan tangan dengan intensitas yang berat seperti pekerja kantoran yang bekerja dengan computer sebaiknya mengistirahatkan setiap 1 jam sekali dengan cara meregangkan dan melakukan sedikit pijatan agar pergelangan dapat rileks kembali.
Beberapa latihan sederhana yang dapat di lakukan untuk mencegah Carpal Tunnel Sindrome menurut  Arthritis Research UK

1. Ayunkan tangan ke depan dan belakang lakukan selama 5 detik dan ulangi sebanyak 10 kali

https://doktertama.blogspot.co.id/2016/07/carpal-tunnel-sindrome-cts.html

2. menekuk jari dan meluruskannya lakukan selama 5 detik dan ulangi sebanyak 10 kali
https://doktertama.blogspot.co.id/2016/07/carpal-tunnel-sindrome-cts.html

3. Meremas / meggenggam bola sekuat mungkin  lakukan selama 5 detik dan ulangi sebanyak 10 kali
https://doktertama.blogspot.co.id/2016/07/carpal-tunnel-sindrome-cts.html

4. Melipat tangan ke depan dan belakang lakukan selama 5 detik dan ulangi sebanyak 10 kali
https://doktertama.blogspot.co.id/2016/07/carpal-tunnel-sindrome-cts.html


Jumat, 15 Juli 2016

PARKINSON

https://doktertama.blogspot.co.id/2016/07/parkinson.html

Penyakit Parkinson adalah  suatu kelainan degeneratif sistem saraf pusat sehingga terjadi penurunan produksi dopamin yang fungsinya mengirimkan pesan dari otak ke tubuh . Sering merusak motorik penderita seperti susah bergerak, sulit bicara, dan  fungsi lainnya.
Sekitar 1 dari 500 orang menderita Parkinson  Lebih sering terjadi pada kelompok usia yang lebih tua, dan diyakini 1% dari orang di atas usia 60 memiliki Parkinson. Usia rata-rata di diagnosis adalah 59. Meskipun ada sedikit peningkatan risiko parkinson pada orang yang memiliki anggota keluarga dengan Parkinson, tetapi risikonya sangat rendah.
https://doktertama.blogspot.co.id/2016/07/parkinson.html

GEJALA PARKINSON
Secara garis besar gejala parkinson di bagi menjadi dua macam yaitu gejala umum dan khusus .
Gejala umum biasanya disingkat TRAP   
1.  Tremor (bergetar terutama saat diam)
2.  Rigiditas (kekakuan)
3.  Akinesia/ bradikinesia (gerakan yang lambat)
4.  Postural disability (mudah jatuh saat berdiri)

https://doktertama.blogspot.co.id/2016/07/parkinson.html

Gejala khusus
1.  berkurangnya indera penciuman
2.  kelelahan
3.  sulit buang air besar dan berkemih
4.  nyeri pada leher
5.  gangguan mood atau perubahan suasana hati
6.  gangguan tidur
7.  berkurangnya daya ingat
8.  berkeringat secara berlebih
9.  berkurangnya indera penciuman
10.kelelahan
11. sulit buang air besar dan berkemih
12.nyeri pada leher
13. gangguan mood atau perubahan suasana hati
14. gangguan tidur
15. berkurangnya daya ingat
16. bungkuk
17. berkeringat secara berlebih

DIAGNOSA PARKINSON
Penyakit Parkinson biasanya didiagnosa secara klinis ketika ahli saraf yang berpengalaman mengamati gejala-gejala fisik dan neurologis yang khas. Tidak ada tes untuk mengkonfirmasi secara definitif penyakit ini, tetapi pengujian, seperti CT scan, MRI, atau spinal tap, dapat berguna untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lainnya.
Kriteria dari diagnosis penyakit Parkinson yang di tegakkan secara umum adalah dengan menemukan sekitar 2 dari 3 tanda cardinal pada gangguan sistem motorik seperti tremor, rigiditas, dan bradikinesia atau 3 dari 4 tanda motorik yakni seperti ketiga tanda di atas yang di tambah dengan terjadinya ketidakstabilan .
Jika diagnosis diragukan, dokter mungkin memulai uji coba obat Parkinson untuk melihat apakah itu dapat memperbaiki gejala. Jika demikian, penyakit Parkinson dapat didiagnosis.
PENGOBATAN PARKINSON
Pada dasarnya penyakit Parkinson ini sulit sekali di obati dan perlu waktu yang lama untuk pemulihannya, akan tetapi terapi medis dan gizi dapat mengurangi gejala dan dapat memperlambat perjalanan penyakit.
Obat-obatan medis yang paling umum digunakan untuk mengobati penyakit Parkinson adalah obat-obat yang biasanya untuk meningkatkan produksi dopamin di otak, paling sering adalah golongan dopaminergik seperti levodopa (Sinemet) dan golongan antikolinergik seperti Triheksifenidil. Obat lain juga mungkin berguna, termasuk bromocriptine, pergolide, entacapone, tolcapone, dan selegeline.
Obat-obatan juga tersedia untuk mengobati beberapa gejala tertentu dari penyakit Parkinson. Misalnya, benztropine dapat efektif untuk mengobati tremor/gemetar. Clozapine atau quetiapine dapat menurunkan halusinasi.
Terapi rehabilitasi medis seperti memperbaiki cara berdiri ,berjalan , dan wicara biasanya sangat membantu bagi pasien untuk meningkatkan aktivitas sehari-hari, mencapai atau mempertahankan independensi, dan berinteraksi lebih baik dengan lingkungan mereka. Di luar sesi terapi, pasien harus mencoba untuk mempertahankan gaya hidup aktif sebanyak mungkin.
https://doktertama.blogspot.co.id/2016/07/parkinson.html
 https://doktertama.blogspot.co.id/2016/07/parkinson.htmlhttps://doktertama.blogspot.co.id/2016/07/parkinson.html

Telah ada beberapa liputan di media tentang terapi bedah untuk penyakit Parkinson. Sementara ini mungkin membantu dalam mengobati penyakit ini dalam tahap lanjut atau pada pasien dengan gejala yang spesifik (seperti tremor parah atau kekakuan), perlakuan itu tidak dianggap berguna bagi sebagian besar pasien.




Rabu, 13 Juli 2016

VERTIGO



Vertigo adalah penyakit gangguan keseimbangan yang di sertai sensasi gerakan atau rasa gerak dari tubuh seperti berputar tanpa sensasi putaran yang sebenarnya . (ilmu penyakit saraf  FKUNHAS)
Vertigo paling sering di temukan adalah Benign Paroxymal Position Vertogo (BPPV). Menurut penelitian pasien yang datang dengan keluhan pusing berputar sebanyak 20% dan merupakan BPPV, biasanya penyakit ini di sertai dengan penyakit penyerta lainnya seperti penyakit meniere.
PATOFISIOLOGI
Rasa pusing atau vertigo disebabkan oleh gangguan alat keseimbangan tubuh yang mengakibatkan  ketidakcocokan  antara  posisi  tubuh  yang  sebenarnya  dengan  apa yang dipersepsi oleh susunan saraf pusat.

Ada beberapa teori yang menjelaskan vertgo :
1.  Teori rangsang berlebihan (overstimulation)
2.  Teori konflik sensorik
3.  Teori neural mismatch
4.  Teori otonomik
5.  Teori neurohumoral
6.  Teori sinap

GEJALA KLINIS VERTIGO
Gejala vertigo biasanya beragam antara lain :
1.  sensasi berputar atau gerak,
2.  mual atau muntah, 
3.  berkeringat ,
4.  gerakan mata abnormal (nistagmus).
6.  sensasi dering di telinga (Tinnitus)
7.  gangguan penglihatan,
8.  kelemahan,
9.   kesulitan berbicara,
10.   penurunan kesadaran,
11.   dan kesulitan berjalan .
PENYEBAB VERTIGO
vertigo dapat terjadi karena gangguan telinga di bagian dalam. Telinga bagian dalam dapat terjadi peradangan , atau terdapat benda asing dalam telinga seperti serangga, kapas, batu di bagian dalam yang dapat menyebabkan iritasi pada sel-sel rambut kecil di dalam kanalis semisirkularis, yang mengarah ke vertigo. Hal ini dikenal sebagai benign paroxysmal positional vertigo (BPPV).
Cedera kepala dapat meningkatkan risiko terjadinya vertigo, termasuk beberapa obat anti kejang,obat anti hipertensi, obat antidepresan , dan bahkan aspirin . adapun penyakit yang meningkatkan resiko vertigo misalnya stroke, jantung, diabetes. Bagi sebagian orang, minum alkohol dapat menyebabkan vertigo.
Studi dari kejadian vertigo menemukan bahwa antara 2% hingga 3% dari populasi berisiko mengembangkan BPPV , terutama wanita usia tua.
PENGOBATAN VERTIGO
Vertigo bukan suatu penyakit  tersendiri, melainkan gejala dari penyakit yang letak  lesi  dan  penyebabnya  berbeda-beda.  Oleh  karena  itu,  pada  setiap penderita  vertigo harus dilakukan anamnesis dan pemeriksaan yang  cermat dan terarah untuk menentukan bentuk vertigo, letak lesi dan penyebabnya.
Tujuan pengobatan vertigo, selain kausal (jika ditemukan penyebabnya), ialah untuk memperbaiki ketidakseimbangan vestibular melalui modulasi  transmisi saraf, umumnya digunakan obat yang bersifat antikolinergik. Obat-obatan  yang  digunakan  pada  terapi  simptomatik  vertigo  (sedative vestibuler).




                   Salah satu bentuk latihan pemulihan vertigo

HEMOROID

Hemoroid adalah suatu penyakit pelebaran atau dilatasi pembuluh darah (plexus hemoroidalis) pada dubur yang mengakibatkan iritasi dan me...