• HIPERTENSI

    Hipertensi adalah kondisi dimana ada peningkatan tekanan darah non fisiologis ,dengan syarat tekanan darah systole >140 mmHg dan atau tekanan darah diastole > 90 mmHg.

  • WASPADA GIGITAN ANJING (RABIES)

    Rabies adalah penyakit yang di sebabkan oleh virus Lyssa dan menular dengan cara zoonosis (hewan ke manusia) yang hampir selalu berakibat fatal setelah timbulnya gejala klinis.

  • ANAFILAKSIS (REAKSI ALERGI)

    Anafilaksis adalah jenis reaksi alergi, di mana sistem kekebalan tubuh merespon zat-zat berbahaya lain dari lingkungan. Tidak seperti reaksi alergi lain anafilaksis dapat membahayakan nyawa dan sifatnya cepat.

Selasa, 02 Agustus 2016

HERPES ZOSTER / CACAR ULAR


https://doktertama.blogspot.co.id/2016/08/herpes-zoster-cacar-ular-api.html


Herpes zoster yang sering disebut cacar ular / cacar api adalah infeksi virus yang yang di sebabkan oleh varicella zoster yang reaktivasi , biasanya pasien sebelumnya terkena penyakit varicella (cacar air) yang sudah sembuh tetapi virusnya masih bersembunyi di tubuh pasien tepatnya di jaringan saraf , kemudian aktif kembali sehingga menimbulkan gejala seperti nyeri dada . biasanya terkena pada usia 40th dan memiliki masa inkubasi 10 – 20 hari .

https://doktertama.blogspot.co.id/2016/08/herpes-zoster-cacar-ular-api.html


GEJALA KLINIS HERPES ZOSTER
Gejala klinis biasanya timbul nyeri dada pada awal gejala dan diikuti ruam kulit 2 – 3 hari kemudian , akan tampak vesikel bergerombol berwarna merah. Munculnya vesikel / bula berisi cairan biasanya terletak di dada hanya satu sisi / unilateral , dan di daerah punggung. Saat timbulnya vesikel biasanya disertai rasa nyeri terbakar di daerah tersebut, dan akan hilang 5 – 7 hari jika sistem imun pasien bagus.
Gejala gejala ringan yang akan timbul biasanya berupa demam , panas dingin, sakit kepala, letih , lesi, kelemahan otot, dan gatal

FAKTOR RESIKO
1. Usia di atas 40 tahun
2. Mempunyai riwayat cacar air / varicella sebelum usia 1 tahun
3. Memiliki penyakit HIV/AIDS yang menurunkan sistem imun
4. Menjalani kemoterapi atau terkena radiasi
5. Post transplantasi organ dan mengkonsumsi obat imunosupresan

PENGOBATAN
Pada dasarnya herpes zoster akan sembuh cepat jika penanganannya kurang dari 72 jam setelah gejala muncul, dan terbukti cukup efektif.
Cara mengobati herpes zoster harus sesuai dengan penyebabnya yaitu virus  jadi :
·      Obat antiviral saperti acyclovir, valacyclovir, dan famciclovir sangat membantu penyembuhan penyakit ini
·      Obat anti inflamasi dan analgesik juga  berguna untuk mengurangi rasa nyeri dan peradangannya
·      Antihistamin berfungsi mengurangi rasa gatal (bila perlu)
·      Kompres dingin dan istirahat yang cukup akan mempercepat proses penyembuhan

Biasanya pasien herpes zoster akan sembuh dengan sendirinya selama pengobatan di jalani dengan baik dan pada beberapa kasus kurang dari 4% akan timbul PHN (post herpetic neuralgia) yang biasanya akan nyeri dan mati rasa sampai ke bagian wajah dan ini bisa terjadi 3 sampai 6 bulan.

JIKA INI TERJADI KONSULTASIKAN KE DOKTER SPESIALIS KULIT ANDA !!!

LEPRA (Morbus Hansen)



https://doktertama.blogspot.co.id/2016/08/lepra-morbus-hansen-kusta.html

Penyakit Lepra (Morbus Hansen) biasa dikenal dengan kusta adalah penyakit infeksi yang di sebabkan oleh mycobacterium leprae (M. leprae) yang menyerang saraf tepi kemudian dapat menyerang kulit, mukosa mulut, saluran napas bagian atas, mata, otot, tulang dan testis kecuali susunan saraf pusat. Bisanya pada kebanyakan orang yang terinfeksi dapat asimtomatik atau tidak menimbulkan gejala berarti , tetapi akan menimbulkan gejala setelah proses yang panjang / kronis seperti , kelumpuhan dan putusnya jari tangan dan kaki.
https://doktertama.blogspot.co.id/2016/08/lepra-morbus-hansen-kusta.html
Mycobacterium Leprae
Penyakit kusta termasuk salah satu penyakit yang tersebar di seluruh dunia dan biasanya terdapat di daerah tropis dan subtropis seperti di Indonesia, India, Afrika dan Brazil . Penyakit ini dapat menyerang semua umur, dan biasanya kasus terbanyak pada umur antara 30-50 tahun dan lebih sering mengenai laki-laki dari pada wanita.
https://doktertama.blogspot.co.id/2016/08/lepra-morbus-hansen-kusta.html
Tempat penyebaran penyakit lepra

KLASIFIKASI LEPRA
Setelah seseorang didiagnosis menderita kusta,seteah itu kita harus menentukan jenisnya menurut manifestasi klinisnya ,hasil pemeriksaan bakteriologi, pemeriksaan histopatologi dan pemeriksaan imunologi. Proses klasifikasi juga membantu dalam menejemen pengobatan, prognosis, dan komplikasi.

Menurut Ridley dan Jopling membagi penyakit kusta berdasarkan klinisnya  yang terdiri atas :

§  TT: Tuberkuloid polar ( MASIH BAIK )
§  BT : Borderline tuberkuloid
§  BB : Mid Borderline
§  BL : Borderline lepromatous
§  LL : Lepromatosa polar ( BURUK )

Menurut WHO , Lepra di bagi menjadi 2 jenis :
1.    Pausi Basiler (PB) à TT dan BT
Klinis : a. bercak sedikit < 5, BTA negatif, letak asimetris tubuh, mati rasa di kulit, luka kasar dan kering, central healing
https://doktertama.blogspot.co.id/2016/08/lepra-morbus-hansen-kusta.html
tipe PB
2.  Multi Basiler (MB) à BB, BL dan LL
Klinis : bercak > 5, BTA positif, letaknya simetris antara sisi tubuh kanan dan kiri, luka halus mengkilat, mukosa positif ,ukuran macula kecil dan banyak, prognosisnya buruk.
https://doktertama.blogspot.co.id/2016/08/lepra-morbus-hansen-kusta.html
tipe MB
FAKTOR RESIKO LEPRA / KUSTA
Apakah penyakit lepra menular ? jawabannya iya , tetapi penularan  yang  pasti  belum  diketahui, beberapa pendapat ahli penularan bisa melalui saluran  pernapasan  (inhalasi) dan kulit  (kontak  langsung  yang  lama dan terus menerus dengan pasien. Diduga penularan juga melalui  air  susu  ibu. (Mansjoer dkk, 2000)
cara penularan melalui kontak langsung maupun tidak  langsung, melalui  kulit  yang  ada  lukanya  atau  lecet,  dengan  kontak  yang lama dan berulang-ulang. Anggota  keluarga  yang  tinggal  serumah  dengan  penderita  mempunyai resiko tertular lebih besar.( Entjang, 2000)
REAKSI LEPRA / KUSTA
1.  Reaksi Reversal
Penderita  lepra  dengan  tipe  MB  maupun  PB  dapat mengalami  reaksi  reversal .  1 dari 4 pasien memiliki resiko terkena reaksi ini.
Reaksi  reversal paling  sering  terjadi dalam enam bulan  setelah
mulai minum  obat. Reaksi  merupakan  tanda  penyakit  yang  sering  muncul  pertama  yang menyebabkan  penderita  datang  untuk  berobat.  Sebagian  kecil penderita  mengalami  reaksi  lebih  lambat,  baik  selama  masa pengobatan maupun sesudahnya.
2.  Reaksi  Erythema Nodusum  Leprosum (ENL)
Reaksi  biasanya muncul pada tipe LL karena reaksi ini menyerang sistem imun yang kebanyakan rendah pada penderita tipe LL. ENL  lebih  sering  terjadi pada masa pengobatan. Hal ini dapat terjadi karena banyak kuman lepra  yang  mati  dan  hancur,  berarti  banyak  antigen  yang dilepaskan  dan  bereaksi  dengan  antibodi,  serta  mengaktifkan sistem komplemen

PEMERIKSAAN PENUNJANG LEPRA
a.  Pemeriksaan bakteriostatik : BTA yaitu dengan menggunakan Ziehl-Neelsen. Bila hasilnya negatif bukan berarti penderita tersebut sehat , perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan mencocokkan klinisnya
b.  Pemeriksaan histopatologis : Pemeriksaan  histopatologi  pada  penyakit  lepra  dilakukan untuk memastikan gambaran klinik, misalnya lepra Indeterminate atau  penentuan  klasifikasi  lepra
c.  Pemeriksaan serologis
Pada pemeriksaan ini untuk mengetahui tingkat imunitas pasien tersebut
PENGOBATAN LEPRA /KUSTA
1.  Dapson
Efek samping yang mungkin timbul antara lain nyeri kepala, erupsi obat, anemia hemolitik, leukopenia, insomnia, neuropatia perifer, sindrom DDS, nekrolisis epidermal toksik, hepatitis, hipoalbuminemia, dan methemoglobinemia.
2.  Rifampisin
Efek samping yang harus diperhatikan adalah hepatotoksik, nefrotoksik, gejala gastrointestinal, flu like syndrom, dan erupsi kulit.
3.  Lamprene
Efek sampingnya menyebabkan pigmentasi kulit, gangguan gastrointestinal (nyeri abdomen, nausea, diare, anoreksia, dan vomitus), dapat juga tertimbun di hati. Perubahan warna akan menghilang setelah obat dihentikan.
4.  Ofloksasin
Efek sampingnya adalah mual, diare, dan gangguan saluran cerna lainnya, berbagai gangguan susunan saraf pusat termasuk insomnia, nyeri kepala, dizziness, nervousness dan halusinasi.

Saat ini pemerintah sudah mengeluarkan obat Lepra dalam bentuk paketan untuk mempermudah penderita mengatur waktu mengkonsumsi dan lama pemakaian. Berikut cara mengobati obat Lepra yang benar :
1.  Lepra tipe PB
Jenis dan obat untuk orang dewasa  
Pengobatan bulanan : Hari pertama (diminum didepan petugas)
a.  2 kapsul Rifampisin 300 mg (600 mg)
b.  1 tablet Dapsone (DDS 100 mg)
Pengobatan hari ke 2-28 (dibawa pulang)
a.  1 tablet dapson (DDS 100 mg)
       1 Blister / paket  untuk 1 bulan
Lama pengobatan : 6 Blister / paket diminum selama 6-9 bulan  !!! tidak boleh putus
https://doktertama.blogspot.co.id/2016/08/lepra-morbus-hansen-kusta.html

2.  Lepra tipe MB
Dosis dan cara pakai untuk orang dewasa :
Pengobatan Bulanan : Hari pertama (Dosis diminum di depan petugas)
a.  2 kapsul Rifampisin 300 mg (600 mg)
b.  3 kapsul Lampren 100 mg (300 mg) 
c.  1 tablet Dapsone (DDS 100 mg)
Pengobatan Bulanan : Hari ke 2-28
a.  1 tablet Lampren 50 mg
b.  1 tablet Dapsone (DDS 100 mg)
1 blister / paket untuk 1 bulan
Lama Pengobatan : 12 Blister diminum selama 12-18 bulan  !!! tidak boleh putus
https://doktertama.blogspot.co.id/2016/08/lepra-morbus-hansen-kusta.html

KESIMPULAN
Pada prinsipnya penyakit lepra (Morbus Hansen) bisa di sembuhkan, tetapi memang membutuhkan waktu yang lama dan harus ada support dari orang terdekat, jangan sampai penderita ini di jauhkan dari pergaulan dan sulit mendapatkan pekerjaan .
Penyakit lepra dapat menular melalui kontak jangka panjang (terus menerus), baik secara bersentuhan maupun melewati luka .
Pada pengobatan yang putus atau tidak sesuai aturan , biasanya pasien akan mengalami MDR ( multi drug resisten ), sehingga butuh konsultasi dengan dokter spesialis kulit yang bersangkutan.

Jumat, 29 Juli 2016

MATA IKAN ( VERUKA VULGARIS )

https://doktertama.blogspot.co.id/2016/07/mata-ikan-veruka-vulgaris.html

Veruka vulgaris biasa di sebut mata ikan / kutil adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi HPV (Human Papiloma Virus) pada epidermis atau lapisan kulit bagian tengah dengan gambaran klinis berupa papul, nodul berbentuk kubah sewarna dengan kulit, permukaan kasar dan berbatas tegas, dapat tunggal maupun berkelompok. Tempat munculnya terutama di daerah tangan, siku, lutut, kaki dan jari-jari. Penyakit ini sering timbul pada usia 5-25th dan sekitar 15% terkena usia >35th .

FAKTOR RESIKO
https://doktertama.blogspot.co.id/2016/07/mata-ikan-veruka-vulgaris.html
kontak kulit langsung 

Mataikan di menular langsung melalui kontak tubuh (kulit) penderita yang terkena virus ini sebelumnya, dan virus ini dapat bertahan pada lingkungan hangat dan lembab, misalnya lantai kamar ganti kolam renang, lantai pinggir kolam renang, lantai tempat mandi pancuran dan sebagainya.
Resiko akan meningkat apabila terkena pada kulit dengan luka terbuka seperti abrasi,lecet,sobek, dikarenakan virus akan cepat melakukan penetrasi ke jaringan epidermis kulit.

JENIS VERUKA (mata ikan)
https://doktertama.blogspot.co.id/2016/07/mata-ikan-veruka-vulgaris.htmlhttps://doktertama.blogspot.co.id/2016/07/mata-ikan-veruka-vulgaris.html
1. Veruka vulgaris
2. Veruka viliformis : biasanya terdapat di wajah dan kepala mirip                                     veruka vulgaris
3. Veruka plana juvenilis : permukaannya licin , biasanya terdapat                                           di wajah, kaki,leher
4.Veruka plantaris : umumnya mata ikan ini terdapat di kaki dengan                              bentuk bulat kekuningan dan nyeri bila di tekan
5. Veruka akuminata : umumnya berada di daerah kewanitaan,                                         berbentuk seperti jengger ayam tetapi tidak                                     berbahaya


GEJALA KLINIS

https://doktertama.blogspot.co.id/2016/07/mata-ikan-veruka-vulgaris.html
lapisan epidermis kulit
Pada dasarnya penyakit ini tidak berbahaya karena hanya berada di lapisan epidermis kulit saja, akan tetapi biasanya penderita akan mengeluh gatal, tidak nyaman saat berjalan (bila di telapak kaki), bahkan akan nyeri saat tertekan. Gambaran klinis mata ikan berupa papul, nodul berbentuk kubah sewarna dengan kulit dengan permukaan kasar, berbatas tegas, dapat tunggal ataupun berkelompok. Predileksi terutama di daerah tangan, siku, lutut, kaki dan jari-jari. Biasanya asimtomatik / tanpa gejala, tetapi dapat mengganggu secara kosmetik.

PENGOBATAN
Cara menghilangkan mata ikan bisa dilakukan dengan cara salep (topikal), bedah beku, dan elektrodesikasi
   1.   Salep salisil 50% dengan plester
Dengan mengoleskan  salep  salisil  dengan  plester  yang  dilubangi  bagian  tengahnya  untuk
melindungi  kulit  sehat sekitarnya.  setelah  diberikan  salep  lalu  ditutup  dengan  plester  lain  diatasnya. lakukan pergantian dalam satu kali sehari. setelah 1-2 minggu biasanya lesi akan menjadi putih dan lembek sehingga mudah dilepas.

   2.  Krioterapi dengan nitrogen cair
Krioterapi  (bedah  beku)  dengan  nitrogen  cair diberikan pada  kutil  yang  tidak  berhasil
diobati  dengan  obat  olesan (topikal).  Bisa  dengan  menggunakan  peralatan  sederhana  dengan benang katun yang dililitkan sekitar ujung lidi sebesar tangkai jeruk. Alat ini dimasukkan
ke dalam nitrogen cair kemudian ditutulkan pada kutil sampai kutil dan kulit sekitar yang
mengelilinginya membeku dan kemudian mengangkatnya.

   3. Elektrodesikasi dan kuretase
Setelah diberikan anastesi  lokal dengan  lidokain,  letakkan  jarum  listrik pada puncak  lesi
dan  tahan hingga  jaringan mulai agak menggelembung. Selanjutnya  lesi dapat diangkat
dengan kuret. Hal ini biasanya akan meninggalkan bekas berupa jaringan parut .

PENCEGAHAN
Penderita perlu di beri pengetahuan cukup tentang bagaimana menghindari dan mencegah penyakit mata ikan muncul kembali :
     a. Hindari menggaruk mata ikan terutama di daerah kepala ,                karena akan mempermudah penyebarannya
     b. Gunakan pemotong kuku yang berbeda saat salah satu kuku            terkena mata ikan
     c. Jaga kebersihan badan
     d. Rajin mencuci tangan saat setelah menyentuh mata ikan
     e.  Selalu menjaga agar daerah mata ikan tetap kering, karena             HPV suka tempat lembab
f    f. Selalu gunakan alas kaki , saat di kamar mandi ataupun luar            rumah




Kamis, 28 Juli 2016

TINEA (JAMUR)

https://doktertama.blogspot.co.id/2016/07/tinea-jamur.html

Tinea atau dermatofitosis biasa orang menyebutnya kurap adalah penyakit kulit yang di sebabkan oleh jamur golongan microsporum dan trycophyton, yang menyerang kulit di lapisan kertin atau kulit mati sehingga menyebabkan rasa gatal yang sangat mengganggu pada penderitanya . jamur golongan ini lebih suka pada kondisi suhu lembab seperti lipatan paha,lengan,leher,kepala dan punggung (Verma dan Heffernan,2008).

https://doktertama.blogspot.co.id/2016/07/tinea-jamur.html
gambaran microsporum

Prevalensi infeksi jamur superfisial di seluruh dunia diperkirakan menyerang 20-25% populasi dunia dan merupakan salah satu bentuk infeksi kulit tersering.  Penyakit ini tersebar di seluruh dunia yang dapat menyerang semua ras dan kelompok umur sehingga infeksi jamur superfisial ini relatif sering terkena pada negara tropis (iklim panas dan kelembaban yang tinggi) dan sering terjadi eksaserbasi.(Havlickova et al,2008)

KLASIFIKASI TINEA
·      Tinea barbae (jenggot)
·      Tinea kapitis (kepala)
·      Tinea korporis (tubuh)
·      Tinea kruris (pangkal paha/selangkangan)
·      Tinea fasialis (wajah)
·      Tinea manum (tangan)
·      Tinea pedis (kaki)
·      Tinea unguium (kuku)
https://doktertama.blogspot.co.id/2016/07/tinea-jamur.html
 https://doktertama.blogspot.co.id/2016/07/tinea-jamur.htmlhttps://doktertama.blogspot.co.id/2016/07/tinea-jamur.html


GEJALA KLINIS TINEA
Pada awal gejala biasanya akan muncul ruam kemerahan dengan tepi aktif disertai munculnya sisik halus di kulit  terutama di daerah lipatan paha,lengan,leher,kaki,punggung, dan akan timbul rasa gatal terutama saat berkeringat .pada kasus kronis akan timbul erosi akibat garukan dan timbul bekas hiperpigmentasi .
Tinea muncul biasanya setelah kontak dengan individu atau dengan binatang piaraan yang terinfeksi, tetapi kadang terjadi karena kontak dengan mamalia liar, tanah, atau lantai  yang terkontaminasi. Penyebaran juga mungkin terjadi melalui benda misalnya pakaian, perabot dan sebagainya (M.Goedadi dan H.Suwito,2001)

PENGOBATAN TINEA
Pengobatan tinea atau kurap terdiri dari pengobatan lokal dan pengobatan sistemik. Pada tinea dengan lesi terbatas,cukup diberikan obat topikal. Lama pengobatan bervariasi antara 1-4 minggu bergantung jenis obat.
1.  Local / topical
Anti jamur topikal yang dapat diberikan yaitu golongan imidazole, toksiklat, haloprogin dan tolnaftat. Pengobatan lokal infeksi jamur pada lesi yang meradang disertai vesikel dan eksudat terlebih dahulu dilakukan dengan kompres basah secara terbuka (Vermam dan Heffernan,2008).
1.  Pengobatan Sistemik
Menurut Verma dan Heffernan (2008), pengobatan sistemik yang dapat diberikan pada tinea adalah:
•  Griseofulvin
Griseofulvin merupakan obat sistemik pilihan pertama. Dosis untuk anak-anak 15-20 mg/kgBB/hari, sedangkan dewasa 500-1000 mg/hari
•  Ketokonazol
Ketokonazol digunakan untuk mengobati tinea korporis yang resisten terhadagriseofulvin atau terapi topikal. Dosisnya adalah 200 mg/hari selama 3 minggu.
•  Obat-obat yang relative baru seperti itrakonazol serta terbinafin dikatakan cukup memuaskan untuk pengobatan tinea korporis.
Pada keadaan inflamasi menonjol dan rasa gatal berat, kombinasi antijamur dengan kortikosteroid jangka pendek akan mempercepat perbaikan klinis dan mengurangi keluhan pasien (Verma dan Heffernan,2008).

PENCEGAHAN
1. Untuk mencegah dari resiko jamur kita harus menjaga tubuh
    tetap bersih dan kering dengan cara
    2. Mandi 2-3x sehari dan membersihkan bagian lipatan tubuh
        Seperti paha, leher,kepala,kaki,lengan, dan punggung
    3.  Keringkan kaos kaki sebelum memakainya
    4. Rajin mengganti pakaian bila sudah berkeringat
    5.  Hindari pemakaian handuk,pakaian,sandal bergantian
    6. Sering mencuci kaki dengan sabun
    7. Biasakan berjalan menggunakan alas kaki

penularan jamur



HEMOROID

Hemoroid adalah suatu penyakit pelebaran atau dilatasi pembuluh darah (plexus hemoroidalis) pada dubur yang mengakibatkan iritasi dan me...